Di Balik Dinding Tua: Menelusuri Rumah Perjuangan ALRI Divisi IV di Hulu Sungai Selatan
Banyak dari kita tentunya belum mengenal Rumah Perjuangan Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) Divisi IV yang berada di Jl. Brigjend. H. Hasan Basry, Desa Karang Jawa Muka, Kecamatan Padang Batung, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Provinsi Kalimantan Selatan.
Bukan sekadar rumah tua belaka. Di balik dinding dan kayunya tersimpan cerita tentang keberanian, perlawanan, dan perjuangan untuk mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia di tanah Kalimantan Selatan. Dengan kesederhanaan yang dimiliki bangunan ini, belum kita temui teknologi canggih, mungkin juga tidak ada sesuatu yang secara kasat mata terlihat istimewa.
Namun, tempat seperti inilah pada masanya para pejuang berkumpul, berdiskusi, menyusun strategi, hingga mengambil keputusan dalam situasi yang tentu jauh dari kata aman.
Ketika kita berdiri tepat di depan bangunan ini, banyak pertanyaan yang terlintas dalam pikiran. “Bangunan ini sudah berapa lama berdiri?” Bukan hanya itu, tetapi juga: “Ada cerita apa di balik bangunan yang sudah berdiri cukup lama ini?”
Bumi Kalimantan Pasca-Proklamasi: Perjuangan Belum Selesai
Ketika Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945, perjuangan ternyata belum sepenuhnya berakhir. Di berbagai daerah, termasuk Kalimantan Selatan, kekuasaan penjajahan Belanda masih menjadi persoalan. Para pejuang kita pada masa itu harus mempertahankan prinsip dan gagasan bahwa Kalimantan Selatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Republik Indonesia.
Dalam situasi tersebut, perjuangan tidak hanya dilakukan melalui pertempuran terbuka. Gerakan bawah tanah, komunikasi antar kelompok, pengumpulan informasi, perundingan rahasia, hingga pengorganisasian masyarakat menjadi bagian penting dari perjuangan.Salah satu kekuatan yang kemudian memainkan peran penting adalah ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan.
Dalam sejarah perjuangan Bumi Lambung Mangkurat, nama Hassan Basry tidak dapat dipisahkan dari perjalanan organisasi tersebut. Ia dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan, khususnya di Kalimantan Selatan.
Perjuangan Hasan Basry bersama tokoh lainnya berlangsung dalam kondisi yang sangat sulit. Para pejuang harus bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya dengan memanfaatkan kondisi geografis daerah tersebut dengan baik, termasuk kawasan pedalaman dan Pegunungan Meratus.
Dalam situasi seperti itu, rumah-rumah masyarakat pada masa tersebut juga dapat beralih fungsi menjadi tempat penting untuk mendukung perjuangan. Salah satunya berada di wilayah Kandangan.
Rumah Berubah Menjadi Tempat Perjuangan
Pada masa perjuangan, rumah masyarakat juga dapat memiliki peran penting. Salah satunya adalah rumah yang sekarang dikenal sebagai Rumah Perjuangan ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan di Karang Jawa Muka.
Rumah ini diketahui merupakan milik H. Kaspul Anwar. Setelah Indonesia merdeka, rumah tersebut digunakan sebagai tempat yang berkaitan dengan perjuangan ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan.
Rumah yang awalnya merupakan tempat tinggal kemudian menjadi bagian dari aktivitas perjuangan pada masa tersebut. Di tempat seperti inilah para pejuang dapat melakukan pertemuan, berkomunikasi, menyusun rencana, dan melakukan berbagai kegiatan yang mendukung perjuangan mempertahankan kemerdekaan.
Rumah Perjuangan ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan

Rumah Perjuangan ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan di Desa Karang Jawa Muka, Kecamatan Padang Batung, Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
Bangunan yang kita lihat sekarang masih mempertahankan bentuk rumah lama dengan material utama berupa kayu. Dinding, pintu, jendela, hingga bagian atap menunjukkan karakter bangunan tradisional yang sudah berusia cukup lama.
Pada bagian depan rumah juga terdapat papan informasi yang menjelaskan status bangunan sebagai cagar budaya yang dilindungi berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Keberadaan papan tersebut menjadi salah satu penanda bahwa bangunan ini memiliki nilai sejarah dan perlu mendapatkan perhatian dalam pelestariannya.
Melihat Kondisi Rumah Saat Ini
Dari bagian depan, rumah ini terlihat berada di lingkungan yang masih cukup asri. Pepohonan dan tanaman tumbuh di sekitar bangunan.
![]() |
| Tampak depan Rumah Perjuangan ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan di Karang Jawa Muka. |
Bagi masyarakat yang tertarik dengan sejarah lokal, tempat ini menarik untuk dikunjungi karena kita dapat melihat secara langsung salah satu bangunan yang memiliki hubungan dengan sejarah perjuangan kemerdekaan di Kalimantan Selatan.
Lalu mengapa rumah ini begitu penting?
Menurut saya, hal menarik dari tempat ini adalah kita dapat melihat sejarah dalam bentuk yang nyata. Selama ini kita lebih sering mengenal sejarah melalui buku, foto, museum, atau cerita dari orang lain. Dengan mengunjungi situs seperti ini, kita dapat melihat langsung tempat yang menjadi bagian dari perjalanan sejarah tersebut.
Rumah ini juga menunjukkan bahwa perjuangan mempertahankan kemerdekaan tidak hanya terjadi di medan pertempuran. Masyarakat dan berbagai tempat di sekitar mereka juga memiliki peran dalam mendukung perjuangan. Karena itu, keberadaan situs seperti Rumah Perjuangan ALRI Divisi IV penting untuk tetap dijaga dan diperkenalkan kepada generasi berikutnya.
Menjaga Sejarah di Daerah
Sejarah Indonesia tidak hanya berada di kota-kota besar atau di museum. Di berbagai daerah masih terdapat rumah, bangunan, monumen, makam, dan tempat-tempat lain yang memiliki cerita tentang perjuangan bangsa. Rumah Perjuangan ALRI Divisi IV di Karang Jawa Muka merupakan salah satunya.
Mengenal tempat seperti ini juga menjadi salah satu cara untuk mengenal sejarah daerah kita sendiri. Bukan hanya mengetahui nama tokoh atau tahun kejadiannya, tetapi juga memahami bahwa masyarakat di daerah memiliki bagian dalam perjalanan panjang mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Mengunjungi Rumah Perjuangan ALRI Divisi IV di Karang Jawa Muka menjadi pengalaman yang menarik bagi saya. Bangunannya memang sederhana dan terlihat seperti rumah lama pada umumnya. Namun, tempat ini memiliki nilai sejarah yang membuatnya berbeda.
Keberadaan rumah ini mengingatkan kita bahwa perjuangan mempertahankan kemerdekaan juga terjadi di Kalimantan Selatan dan melibatkan banyak pihak. Semoga situs seperti ini tetap terawat dan semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, yang mengetahui keberadaannya.
Karena mengenal sejarah tidak harus selalu dimulai dari buku. Terkadang, kita bisa memulainya dengan mengunjungi tempat-tempat bersejarah yang ada di sekitar kita.




"Seorang Pemuda yang tinggal di Indonesia, yang sedang memperkenalkan keragaman negeri ini beserta seisinya."
0 comments
Terimakasih sudah mampir untuk membaca dan memberikan pesan, semoga bermanfaat, salam