Tampilkan postingan dengan label Sumatera Barat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sumatera Barat. Tampilkan semua postingan

25 Februari 2022

Destinasi Murah Meriah di kota Padang yang Bisa Untuk Dikunjungi

 

kardilot.com

Kota Padang merupakan wilayah yang berada di Provinsi Sumatera Barat, selain menjadi ibu kota provinsi, daerah ini pun menyajikan berbagai pesona yang tentunya sayang sekali untuk dilewatkan, baik itu edukasi, budaya, kuliner, sampai ke tempat wisatanya.

Jika kamu sebagai pelancong di kota ini, beberapa tempat wisata ini rasanya wajib untuk kamu kunjungi, agar pengalaman Kamu ketika berada di sini selalu berkesan, berikut ini beberapa tempat wisata menarik yang ada di kota Padang.


Museum Adityawarman

Foto : Istimewa

Bukan hanya kuliner saja yang menjadi daya tarik di Kota Padang ini, nah untuk Kamu yang pegiat sejarah, Museum Adityawarman ini merupakan tempat yang patut untuk direkomendasikan. Museum ini berlokasi di Jl. Diponegoro No.10, Belakang Tangsi, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Sumatera Barat.

Museum ini sangat khas dengan bentuk arsitektur bangunnya yang mengadopsi bentuk Rumah Gadang, serta harga tiket yang sangat ramah dengan kantong, pengunjung cukup membayar tiket seharga Rp.5.000 untuk orang dewasa dan Rp.3.000 untuk anak-anak.


Lubuak Ngalauan Sungai Bangek


Lubuak Ngalauan yang berada di Sungai Bangek ini juga punya suasana yang sangat menyenangkan, selain keasrian alamnya, air mengalir di sini juga sangat jernih dan segar.

Untuk mengunjungi tempat pemandian ini membutuhkan waktu kurang lebih 30 menit atau jarak tempuh 20 km dari pusat kota Padang, untuk sampai di lokasi pemandian memang membutuhkan waktu jalan yang cukup panjang, karena berada di alam dan cukup tersembunyi dari pemukiman penduduk. Jika ingin datang ke lokasi ini, sangat dianjurkan untuk membawa pakaian ganti dan menghindari bepergian saat cuaca sedang hujan atau badai, karena derus air sungai akan sangat kuat dan mengganggu selama perjalanan, alangkah baiknya ketika cuaca cerah.

Kelenteng See Hien Kiong

Kelenteng See Hien Kiong yang berada di Kota Tua Padang merupakan bangunan heritage yang memiliki nilai sejarah bagi masyarakat keturunan Tiongkok yang ada di Padang,serta menjadi salah satu tempat favorit untuk dikunjungi.

Jika sudah memasuki hari raya Imlek, pernak-pernik dan nuansanya akan lebih ramai sekali, ditambah lagi dengan hiasan Klenteng dan lampu pijar di setiap pelataran gedung dan jalanan. Tidak hanya sampai disana, kepadatan lokasi ini juga akan tampak karena sangat banyak kegiatan yang akan dihelat, serta penampilan barongsai yang turut memberikan hiburan di tempat ini.

Untuk biaya destinasi di Klenteng ini tentu tidaklah terlalu merogoh kocek lebih dalam,kamu cukup membayar biaya parkir saja sekitar Rp.3.000, kemudian untuk sajian kuliner dan minuman juga banyak menjajakan jualan seperti mie tiaw dan kopmil.

Pantai Padang

Pantai Padang merupakan salah satu Pantai yang ada di kota ini. Saat pagi hari aktivitas olahraga tentunya sangat menyesuaikan sekali dengan tempat ini. Selain memiliki lokasi yang lumayan luas, deburan suara ombak juga akan menemani olahraga kamu jika berada ini.

Jika sudah memasuki waktu sore menjelang malam, tempat ini akan sampai pada titik keramaian, banyak kawula muda, anak-anak, bahkan orang dewasa juga datang ke tempat ini, sembari menikmati sajian kuliner, hembusan angin sore dan sunset juga akan menambah kehangatan suasana. Tak ayal Pantai Padang juga menjadi salah satu primadona yang sulit untuk dilewatkan.

Taluak Buo Kecamatan Bungus

Tidak kalah dengan dengan destinasi pantai lainnya, Pantai yang berada di Taluak Buo, Kecamatan Bungus, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) ini juga menyajikan suasana yang tenang, ombak dan air yang bersih juga sangat cocok sekali untuk santai sambil menikmati pemandangan lalu lintas perahu nelayan dan lalu lintas kapal angkut barang.

Waktu tempuh perjalanan dari pusat kota Padang yang cukup jauh tentunya tidak akan sia-sia, dikarenakan selama perjalanan mata akan dimanjakan dengan pemandangan teluk bayur dan birunya air laut, dan udara yang terbilang sejuk, karena banyaknya pepohonan yang masih asri di sepanjang perjalanan menuju ke Teluk Buo.

Nah, dari sekian rekomendasi tempat wisata, kamu sudah pernah kemana aja nih?, kalau belum, yuk mari persiapkan segala keperluan untuk menjajaki semua rekomendasi wisata yang ada ya.

16 Februari 2022

Seni Turuk Laggai, Tarian Khas Tradisional Suku Mentawai

 

kardilot.com

Daerah Mentawai merupakan daerah yang mana Masyarakatnya masih memiliki filosofi kearifan lokal yang masih terus diwariskan dari generasi ke generasi, walaupun kemajuan zaman terus tumbuh, tentunya masyarakat Mentawai tidak membuat pudar nilai-nilai luhur dari nenek moyang mereka.

Berbagai adat dan tradisi masih terus dihelat, baik itu dalam lingkup masyarakat adat itu sendiri, maupun sebagai ajang pengenalan kebudayaan kepada Masyarakat di luar kepulauan Mentawai, banyak juga hal-hal yang sudah dikenal oleh sebagian masyarakat di luar daerah ini, baik dari kerajinan tangan, cara pengobatan, pakaian, destinasi wisata, dan tentunya tariannya.

Sebagian dari kita tentunya sudah ada yang kenal dengan Turuk Laggai, maupun hanya sekedar pernah mendengar selintas.

Jika menilik seni ini, Seni Turuk Laggai merupakan tarian yang dimiliki masyarakat yang bermukim di daerah Kepulauan Mentawai Provinsi Sumatera Barat. Tarian ini adalah salah satu tradisi upacara pengobatan bahkan juga penyambutan tamu yang datang ke tempat ini, tentunya dengan melibatkan beberapa Sikerei (dukun daerah mentawai).

Pada umumnya tarian ini terinspirasi dari gerakan burung, elang, dan unsur gerakan-gerakan hewan yang mereka temui di alam, ketika hendak pergi berburu. Secara gerakan, alat musik yang digunakan untuk mengiringi Turuk Laggai ini yaitu Tuddukat, merupakan salah satu alat musik yang digunakan dengan cara dipukul, yang berguna sebagai salah satu penyampai pesan dan doa di suku Mentawai.

Saat alat ini dimainkan, maka penari atau Sikerei akan memainkan gerakkan kakinya, diikuti dengan kepala menengadah ke atas, serta gestur badan yang dibungkukkan dan tangan yang memegang properti (dedaunan) akan memulai untuk bergoyang, biasanya tarian ini digelar pada malam hari, karena masyarakat Mentawai percaya bahwasanya komunikasi antara roh leluhur dengan Sikerei akan berjalan lebih lancar di waktu tersebut, dengan berjalannya waktu, seni ini juga dilakukan di berbagai waktu.

Untuk lokasi menari, biasanya disiapkan panggung, dengan lantai papan yang tidak terlalu banyak di paku, hal ini bertujuan ketika melakukan pertunjukkan tarian, akan terdengar suara hentakkan kaki yang mana suara yang dikeluarkan juga terbilang berirama dan terdengar sangat unik atau memiliki ciri khas tersendiri.

Begitulah gerakan seni dari tarian Turuk Laggai yang masih berpedoman dengan nilai tradisional dan kehidupan peradaban yang hidup untuk saling bantu-membantu satu sama lain.

09 Februari 2022

Teh Talua, Minuman Tradisional Kaya Akan Citarasa

kardilot.com

Sembari mengitari berbagai destinasi yang tersedia, pastilah tenaga juga perlu di isi. Selain untuk menambah tenaga selama perjalanan, juga untuk mengenal berbagai kuliner yang ada di suatu tempat, yang tentunya selalu menjadi teman yang tidak bisa dipisahkan jika kita pergi untuk berwisata, baik itu dari makanan, bahkan juga minuman.

Di daerah ini kita akan mengenal salah satu minuman khas dari Sumatera Barat, yaitu Teh Talua atau Teh Telur. Minuman yang sangat enak dan tentunya kaya akan khasiat dan manfaat untuk menambah stamina dan energi. Jika dilihat sekilas Teh Talua memiliki tampilan yang hampir mirip dengan teh tarik, tapi dari cara penyajiannya dan rasanya tentunya sangatlah berbeda.

Minuman ini dibuat dengan kuning telur ayam kampung, kemudian dikocok hingga menghasilkan busa, setelah itu dicampur dengan air panas, gula atau kental manis serta sedikit perasan jeruk nipis.

Bagi yang belum pernah mencoba pasti akan mengira minuman ini akan terasa amis. Tapi ini tidak, karena suguhan dan cara pembuatannya juga dengan cara dan menggunakan bahan alami, yang tentunya tidak akan berbau amis seperti dibayangkan. Rasa legit, gurih dan nikmat justru akan terasa saat pertama kali menyeruput segelas teh berbusa putih ini. Kehangatan Teh Talua langsung melegakan tenggorokan dan menghangatkan tubuh.

Dulunya, Teh Talua hanya diminum oleh saudagar kaya di Minang. Namun, saat ini siapapun bisa menikmati kehangatan teh tradisional ini. Ada banyak kedai Teh Talua di Sumatera Barat, bahkan di luar wilayah Sumatera Barat teh ini juga sudah ada kedai yang menyajikan minuman ini.

Jika kamu berada di Sumatera Barat, teh telur tentunya sangat mudah untuk ditemui di warung-warung, apalagi jika berada di daerah pariwisata, seperti di Bukit Tinggi, Kota Padang, Kota Solok, dan daerah destinasi wisata lainnya. Karena minuman ini sudah ada dari dari dulu hingga diwariskan sampai saat ini.

Harganya juga tidak terlalu mahal, dengan merogoh kocek Rp. 8.000 – Rp. 15. 000, kamu sudah bisa menikmati minuman berkhasiat ini, bahkan kamu juga bisa dibuat secara mandiri dirumah, atau jika sangat penasaran dan ingin mencoba meraciknya dengan berbagai campuran bahan alami lainnya.

13 November 2021

Mengenal Sikerei, Salah Satu Peradaban Tertua di Dunia

Menikmati Sagu Bersama Bajak dan Beberapa Rekan-Rekan Ekspedisi Lingkungan Hidup
Mentawai merupakan daerah yang berada di kepulauan Mentawai Provinsi Sumatera Barat, kawasan ini dijaga dan dilestarikan secara berkelanjutan, baik itu dalam budaya, lingkungan serta semua yang terkandung di dalamnya.

Suku mentawai juga merupakan salah satu suku tertua di dunia, sudah banyak penelitian yang dilakukan oleh berbagai peneliti lokal maupun manca negara, tidak jarang juga hal ini pula yang membuat kebanyakan orang untuk datang, tidak hanya dalam penelitian, namun juga untuk berwisata bahkan untuk melakukan pengobatan.

Walaupun lokasinya lumayan jauh dari pusat kota, tentunya kita bisa untuk datang ke tempat ini, jalur keberangkatan yang di tempuh yaitu melalui jalur laut, dengan menaiki kapal yang ada di Pelabuhan penyebrangan Bungus, akses perjalanan dari pelabuhan Bungus hingga ke Tua Pejat bisa ditempuh selama satu malam 12 jam menggunakan kapal Ferry.

Untuk kebutuhan logistik atau makanan di atas kapal, kamu tidak perlu khawatir, karena selama di kapal, sangat banyak penjual yang menjajakan jajanannya ke penumpang, jika kamu tidak membawa bekal makanan selama perjalanan di atas kapal.

Seorang Sikerei Mengambil Gambar Dengan Kamera
Nah, Jika kita sedikit menilik lebih dalam, suku mentawai sangat identik dengan dengan Sikerei, Sikerei adalah seorang tabib asli suku mentawai atau yang sering disebut dukun. Ini merupakan profesi yang diwariskan secara turun temurun oleh leluhur suku Mentawai yang hingga kini masih bertahan dan terjaga dengan sangat baik.

Menjadi seorang Sikerei bukanlah pekerjaan yang mudah. Ia harus dituntut berkelakuan baik semasa hidupnya hal ini sesuai dengan ajaran para pendahulu mereka. Di bagian tubuh sikerei juga memiliki ciri khas, apa ciri khasnya? Ya benar Tato, tato ini juga mengartikan fungsi atau lambang rantai sosial dalam kehidupan Sikerei, motif tatopun sangat beragam, salah satu motif yaitu motif sibalubalu.

Untuk motif tato sibalubalu tentunya tidak sembarang orang yang bisa menggunakan motif ini, hanya orang-orang yang sudah menyandang pendidikan Sikerei saja yang bisa menggunakan tato pada motif ini, karena motif tersebut dipercaya menggambarkan suatu hubungan seksual serta perubahan, pencipta manusia yang suci dan sangat sakral.

15 April 2019

Pantai Padang, Destinasi Nan Dirindukan

Pantai Muaro Lasak, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat
Pantai Muaro Lasak, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat
  

Sumatera Barat terkenal dengan segala pesonanya, baik dari wisata kuliner, budaya, serta alamnya nan indah tuk dikunjungi. Namun, Sumatera Barat juga tak luput dengan kota Padang. Kota yang menjadi ibu kota Provinsi Sumatera Barat itu tentunya memilik beragam kekhasan untuk disuguhkan kepada masyarakat banyak entah itu skala daerah, nasional, maupun dunia Internasional.

Sudah pernah mengunjungi pantai Padang? Tentunya sebagian masyarakat Sumatera Barat maupun turis lokal sudah pernah berkunjung ke pantai nan indah tersebut, disuguhi dengan keramahan masyarakat yang ada disana, pantai padang juga memiliki pesona pemandangan pantai yang memesona. Pantai yang eksotis, ditambah dengan hamparan pasir yang lembut, dan pemandangan sunset dan sunrise yang sejuk.

Bagi yang ingin berolahraga ataupun jogging, tempat ini pun bisa menjadi favorit karena jalan dan trotoarnya yang lebar dan rapi, warga atau pun pengunjung bisa lari sore sembari menikmati hembusan angin laut di pantai tersebut.

Untuk pengunjung yang ingin bersepeda namun tidak membawa sepeda, tidak perlu khawatir di tempat ini juga menyediakan sepeda yang bisa disewa. Dengan harga murah dan tentunya terjangkau untuk masyarakat yang datang, dengan merogoh kocek kurang lebih sepuluh ribu rupiah per jamnya pengunjung sudah bisa menikmati pantai padang sembari mengayuh sepeda bersama keluarga, pacar, maupun sahabat.

Tak heran juga bagi yang mengunjungi kota padang tentunya tak melewatkan dan melupakan pantai kota Padang. Arena wisata bagi semua kalangan baik pekerja, umum, dan mahasiswa pun tentunya menjadi hal yang menyenangkan bila berkujung ke Pantai Padang, karena disuguhi dengan spot foto yang bagus, dan juga bisa sebagai tempat untuk mengerjakan tugas perkuliahan sembari mencari inspirasi di tempat ini.

Penataan tempat yang bagus dan kenyamanan pengunjung merupakan salah satu target utama dari Pemerintah Kota Padang bersama masyarakat untuk memberikan kesan yang baik bagi pengunjung. Dengan selarasnya regulasi pemerintah dan masyarakat akan berdampak baik dalam kemajuan sektor ekonomi masyarakat yang ada di kawasan Pantai Padang.

Biasanya jumlah pengunjung akan mengalami peningkatan jika sudah menjelang sore hari, dan diakhir pekan pun jumlahnya jauh lebih banyak dari hari-hari biasanya.

Pengunjung yang datang tak hanya berasal dari sekitaran kota Padang, namun juga dari luar provinsi bahkan juga dari luar negeri, datang untuk menikmati suguhan alam nan menggelora di Pantai Padang Provinsi Sumatera Barat.